Perbedaan merupakan hal biasa yang ada di dalam sebuah masyarakat yang sehat, tanpa adanya perbedaan hidup ini tidak akan seindah seperti sekarang ini. Banyak asumsi masyarakat tentang definisi perbedaan, tetapi pada intinya perbedaan itu ada karena adanya sikap saling menghormati, toleransi dan patuh akan norma-norma yang telah ada. Perbedaan juga bisa diartikan sebagai pluralitas atau yang lebih jelas bercampur-baurnya semua element menjadi satu dalam sebuah wadah yaitu society. Ada sebuah quote yang pernah saya dengarkan “semua orang pada dasarnya sama tidak ada bedanya antara agama satu dengan agama lain karena pada intinya yang di sembah itu sama-sama tuhan”. Mungkin yang dimaksud kita sama-sama menyembah tuhan janganlah saling bermusuhan dan saling mencela karena semua agama itu mengajarkan perdamaian, kita juga sama-sama menyembah Tuhan walaupun mempunyai keyakinan yang berbeda-beda. Dari hal tersebut kita bisa mendeskripsikan mengapa perbedaan itu penting.
Zaman sekarang ini sering kita jumpai berbagai masalah yang berbau SARA yang semakin sering terjadi intensitasnya akhir-akhir ini, seharusnya kita menyikapi hal tersebut dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah mufakat yang bisa menghindarkan kita dari perpecahan. Tetapi fakta yang ada di masyarakat berkata lain jalan musyawarah, semagat gotong royong sudah ditinggalkan digantikan oleh semangat brutalisme dan chauvanisme yang berlebihan akan daerah, ras maupun agama mereka. Sebagai contoh konkret yaitu kerusuhan yang sering melanda negeri ini salah satunya yang terjadi di makasar, palu, ambon, Jakarta yang merupakan contoh konflik berbau SARA yang akhir-akhir ini meletus. Konflik berkepanjangan yang terjadi di daerah-daerah tersebut sebagian besar dipicu oleh permasalahan kecil yang akhirnya berlarut menjadi sebuah masalah kompleks karena penyelesaian yang buruk, karena egoisme yang tinggi diantara mereka menyebabkan gagalnya mediasi maupun musyawarah yang akhirnya mengerucut kearah bentrokan saling membunuh satu sama lainya. Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut dan intensitasnya sering maka kehancuran Negara ini bisa dihitung dalam hitungan tahun. Dalam hal ini kedewasaan mutlak dibutuhkan, disini pengetahuan pentingnya tenggang rasa, rasa menghormati, saling toleransi sangatlah penting dan nilai itu semua terdapat di butir-butir pancasila dasar Negara kita dan juga pedoman hidup berbangsa bernegara kita. Pluralisme mutlak dibutuhkan oleh Negara ini, bagaimanapun kata tersebut penuh makna yang sangat dalam yang merupakan sebuah kata magic yang bisa menyatukan Negara kita dan menghindarkan dari kehancuran jika kita mau untuk memahami makna tersebut.
Sebuah kehidupan itu akan indah jika kita hidup berdampingan, rukun, aman dan tentram jika kita mampun mengontrol id dan superego kita. Hidup ini akan indah jika ada perbedaan, karena perbedaan bukan berarti kebalikan ataupun permusuhan karena perbedaan merupakan bukti kalau kita mempunyai sebuah kemasyarakatan yang sehat dan unik, karena perbedaan kita memiliki kebudayaan, adat istiadat yang beraneka ragam yang membuat negeri kita ini indah. Sebagaimana terdapat pada sebuah semboyan “Bhineka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun berbeda Ras, suku, agama tapi kita harus tetap bersatu karena perbedaan itu indah. Itulah mengapa pentingnya semangat pluralisme di dalam sebuah masyarakat yang majemuk sebagaimana yang telah dikatakan oleh Presiden RI ke 3 Bapak Abdurrahman Wahid.