Pelita Hidupku
By: Wahyu eka. s
Setiap saat aku
termenung, memikirkannya
Memikirkan setiap
beban dunia yang ditanggungnya
Bagaimana bisa 9 bulan
dia mengandungku
Mempertahankan demi
kelangsungan hidupku
Tak peduli aku ini
sempurna atau tidak
Tak peduli aku ini
normal atau abnormal
Tetapi dia selalu
mencoba mengasihiku
Mencoba mempertahankan
hidupku
Banting tulang hanya
untuk sesuap nasiku
Kucuran keringatnya
menjadi susuku
Tetes air matanya
menjadi kebahagiaanku
Kesedihanya menjadi
kebahagiaanku
Ketika beranjak dewasa
seakan lupa
Pulang malam dan
kenakalan menjadi biasa
Dengan tetap tegar dia
tetap setia menunggu
Dengan sabar dia
melihat proses pendewasaanku
Aku sering terlena
oleh gelapnya dunia
Tetapi dia selalu
menjadi cahaya terang bagiku
Aku terjerumus oleh
paradigma kotor dunia
tetapi logikanya tetap
sama mencoba meluruskaku
Dia adalah malaikat
bagiku
Munafik jika tidak ada
yang mengakuinya
Bodoh jika tidak sadar
keberadaanya
Sosok yang mampu
menenangkan jiwa
Ibu maafkan atas setiap
goresan luka
Maafkan atas
keegoisanku yang melukaimu
Ibu engkau selalu ada
disaat aku membutuhkanmu
Ibu engkaulah pelita
hidupku.