Malam semakin larut dan dingin tetapi entah kenapa mereka masih bersemangat untuk mencari uang, mungkin inilah sedikit gambaran tentang para pedagang, para kuli, para orang-orang yang menggantungkan hidup mereka di sebuah pasar tradisional. Mereka adalah orang-orang yang tangguh berani melawan segala resiko, rata-rata diantara mereka mempunyai pekerjaan sampingan jika siang sudah menjelang secara otomatis maka mereka tidak mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat hanya agar bias makan berkecukupan, menyekolahkan anak mereka agar kelak entar bisa memperbaiki keadaan. Bayangkan jika benar terealisasikan akan adanya pembangunan pusat perbelanjaan modern yang di lengkapi dengan pasar-pasar modern, maka secara sedikit-demi sedikit setahun demi setahun maka pasar tradisional akan tergantikan atau mungkin akan menjadi history belaka yang menjadi pelengkap di buku-buku pelajaran sejarah di masa mendatang. Ekonomi menegah kebawah seakan dikebiri oleh kepentingan elite yang hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan kelangsungan hidup orang kecil. Bisa dilihat dengan pembangunan pasar-pasar swalayan yang semakin sering, dengan mudahnya mereka berdiri bahkan ada yang saling berhadap-hadapan dan mengapi sebuah pasar tradisional yang semakin sepi pengunjung, parahnya bukan hanya pasar swalayan yang besar bahkan minimarket-minimarket yang semakin menggila terancam mematikan usah mikro, hal ini menyimpulkan lemahnya birokrasi yang mengurus tentang masalah perizinan, bukanya hal-hal tersebut sudah di atur didalam undang-undang tentang pasar tradisional dan unit usaha menengah kebawah atau mikro. Mengapa demikian harus terjadi bukanya ini Negara demokrasi kemanakah pemerintah yang katanya melindungi masayarakat. Masyarakat Indonesia rata-rata hidup dari usaha mikro jika hal-hal tersebut dibiarkan makan lama kelamaan mereka bisa bangkrut. Artikel singkat ini hanyalah sebuah kritikan yang nyata, saya melihat dari sudut pandang kemasyarkatan dan saya sendiri juga merasa terancam karena orantua saya juga salah satu diantara pedagang-pedagang di pasar tradisional. Hal tersebut cuma mewakili sebagian besar orang-orang yang menggantungkan hidup mereka dari usaha mikro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar