Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 11 November 2011

PUISI CINTA


DEWA MATAHARIKU

Ketika itu hujan lebat datang dan dia memberi salam kepadaku, aku termenung terdiam menatap hitamnya langit kelabu. 

Akan selalu kuingat setiap tetes keringat maupun airmata yang kau curahkan padaku.

Kau membimbingku dengan penuh semangat, menghindarkanku dari setiap kebusukan duniamu.

Hingga sampai pada diujung waktuku dan engkau seakan mengakat derajatku ketempat terbaikmu.

Jiwamu akan selalu hidup di dalam sanubari hati terdalamku.

Engkau bagaikan sosok yang selalu tersenyum bagaikan bunga matahari yang kucumbu.

Namamu akan selalu terpahat dihatiku yang paling dalam, semua akan selalu ada di relung hatiku.

Tidak ada komentar: