Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 02 Maret 2012

Aparat Keparat

            Entah apa yang saya rasakan ini hanya perasaan jengkel atau sebuah pelampiasan kemarahan, apa ini pertanda akhir zaman atau apa?, entahlah saya juga kurang paham. Saya tidak habis pikir sama pola pikir aparat yang ada di Negara ini entah apa yang salah apakah itu akibat dari sebuah paham yang keliru atau sebuah budaya negatif yang coba dilestarikan, barusan tadi saya mengalami sebuah treatment yang kurang menyenangkan dari seorang oknum memang saya yang salah karena melanggar marka (sedikit melewati garis akibat jalan padat) tapi yang saya sayangkan adalah attitude dari si oknum yang sengaja memangsa para pengendara motor demi sebuah uang recehan padahal saya lihat di sebelah sana sedang terjadi kecelakaan lalu lintas kecil entah apa yang ada dipikirannya sehingga tak acuh dengan hal tersebut.
            Attitude mereka cukup disoroti ketika saya meminta sebuah slip biru tetapi mereka malah mengancam akan menulis denda yang banyak kontan hanya bisa terpaku strategi apa yang harus dilancarkan agar tidak ada negoisasi ”titip denda” tetapi akibat kurangnya akan pengetahuan tentang UU lalu lintas maka saya harus rela uang saya diambil paksa oleh mereka entah itu diserahkan ke kejaksaan atau ditaruh dikantong lebar mereka, tapi yang paling disayangkan ialah ketika mengambil uang mereka seakan menunjukan keserakahanya dengan langsung menyaut uang tanpa kompromi dengan senyum masam dan ucapan “terima kasih, lain kali jangan diulangi” dengan suara yang jauh dari yang namanya IKHLAS. Lalu dari kejadian tersebut sebenarnya apa yang salah apa itu akibat dari pengalaman masa lalunya yang tidak pernah dikasih uang jajan sama orang tuanya atau pengalaman traumatisnya karena sering dipalak atau ada yang salah dengan sistem perekrutan mereka ketika awal- awal menjadi seorang aparat atau jangan- jangan itu sebagai kompensasi atas hilangnya berpuluh- puluh juta uang mereka ketika awal menjadi seorang aparat sehingga mereka mencari talangan untuk menutupi kemiskinan mereka dan juga untuk melanggengkan budaya mereka yang memalak secara halus entah, tapi bagi saya aparat yang jujur itu cuma RAMBU LALU LINTAS dan POLISI TIDUR, semoga ini tidak terulang atau akan menjadi awal tindakan kea rah WHITE COLLAR CRIME.

Tidak ada komentar: