Menolak
Lupa Pahlawanku
Wahyu
eka.s
Waktu terus berputar dengan derasnya
Tak terasa sekarang telah berganti zaman
Dari musim kerancuan ke musim yang bercahaya
Dari zaman jahiliyah ke zaman pencerahan
Semua berputar tanpa arah tanpa dimengerti
Semula hidup seperti di dalam batu yang kejam
Semula hidup itu penuh teka- teki
Lalu merasakan apa yang namanya kebebasan tanpa suara
kesuraman
Pantaskah hanya melihat tanpa meresapi
Duduk santai seperti raja
Makan dengan lahapnya bak seorang pemangku negeri
Minum dengan sepuasnya bak putra raja
Tanpa disadari kita hanya berdiam diri
Menikmati setiap air mata yang bercucuran
Menikmati setiap tetes darah yang membumi
Menikmati apa yang tidak pernah mereka rasakan
Menikmati apa yang mereka tidak pernah dapatkan
Mengapa hanya diam seolah sedang menikmati senda gurau
Tidak ingatkah kita akan jasa mereka
Yang bertarung bak seorang kesetanan untuk dirimu
Yang meninggalkan kenikmatan dan indahnya dunia
Apa yang kau pikirkan hanya berdiam dan berkicau di
dunia maya
Terdiam dan tertawa menikmati dunia
Tidak adakah waktu untuk merenung dan menghormati
mereka
Tidak adakah waktu untuk mencoba mengheningkan cipta
Ataukah zaman yang semakin maju telah mencuci otakmu
dan otakku
Ataukah kalian merasa mampu
Membebaskan Negeri ini hanya dengan logikamu
Wahai kawanku apa kalian mampu seperti mereka
Wahai kawanku renungkanlah apa yang kita renungkan
Walaupun hanya sederhana setidaknya kalian tahu
sengsaranya
Walaupun hanya sebatas penghormatan
Wahai kawanku jangan sia- siakan perjuangan pendahulumu
Lakukan yang terbaik untuk negerimu
Dengan hal yang kecil namun itu usahamu
Walaupun sekelumit atau secuil kuku
Pahlawanku terimakasih atas jasamu
Akan kukenang engkau sebagai inspirasiku
Kusimpan erat dalam bejana kebajikan yang abadi
seutuhnya
10 november kita menunjukan kita tidak lemah seperti
batu, karena kita Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar