Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 05 Maret 2013

Kehilangan


Kehilangan
Wahyu eka.s

Ketika memandang langit yang terus bersedih
Hatiku terasa sangat teriris melihatnya
Hitam pekat petir saling bahu membahu menyuarakan isi hati
Merupakan kepedihan yang tidak bisa dilukiskan oleh pujangga

Menyembunyikan rasa sakit namun pedih
Memendam sebuah perasaan yang teramat
Membutakan mata hati dan realita
Gelap mataku, gelap hatiku apa memang hatiku yang gelap

Mengerti apa yang sedang terjadi pada diriku sekarang ini
Tertahan oleh desiran ombak pedih
Tergerus  oleh rasa keterpurukan
Lalu lenyap oleh rasa ketidakberdayaan

Terpuruk oleh rasa tidak dapat menerima kenyataan
Mengapa harus selalu terus bersedih oleh keadaan
Mungkinkah ini kodrat manusia yang tak berdaya oleh keadaan
Tuhan kemanakah engkau sekarang ini
 
Apakah aku hanya bersembunyi oleh rasa takutku
Yang menghilangkan setiap makna yang terukir di relung hati yang paling dalam
Ataukah ini hanya alasan untuk mengingkari keadaan
Tuhanku engkau seolah- olah tertawa melihat semua ini

Ketika manusia yang tegar berubah seperti asap beracun
Membunuh setiap nurani dan akal sehat
Tergerus erupsi batin yang teramat memilukan
Jika ada sebuah alasan aku akan memakimu

Menagapa engkau ciptakan semuai ini
Mengapa aku harus terpuruk oleh rasa tidak percaya
Membuatku semakin hina tanpa arti
Terpuruk oleh rasa ketidaksetujuan akan takdir

apakah kau ini binatang jalang
Tanpa sebab engkau muncul disaat hegemoni kesenangan
Ataukah aku yang tidak bisa menerimamu seperti aku menyetubuhi hidupku
Hidupku yang teramat rumit serumit ketika tuhan menyiptakan semesta

Aku manusia yang hina
Aku manusia yang hanya bisa memaki
Aku manusia yang tidak bisa menerima
Aku manusia yang hanya bisa mengeluh

Mengapa harus terus merasa kehilangan
Bukankah kita sendiri akan hilang ditelan mulut bumi
Dicabik- cabik oleh tanah
Lalu mati mengenaskan bagai bangkai tak bertuan

Apa salahnya kita hanya berpikir kalau kita ini manusia
Bukankah kita punya akal dan pengetahuan
Bukankah kita mempunyai rasa percaya kalau tuhan itu ada
Mengapa disetiap kehilangan kita harus memakinya dan memohonya


Kehilangan sangat menyedihkan
Kehilangan memang sungguh membuat membuat lupa
Lupa akan siapa sebenarnya kita
Lupa akan kodrati dan nurani

Mengapa harus terus menagisi kehilangan
Mengartikan kehilangan sebagai akhir dunia
Bukankah kita nanti juga akan hilang
Hilang tersayat, tertanam, tenggelam oleh panorama langit dan bumi

Kehilangan memang akan hilang namun akan tetap hidup
Raga memang lenyap, musnah tapi jiwanya akan selalu terkenang
Kenanglah dan tersenyumlah karena kehilangan itu konsep ilahi
Tuhanpun akan tersenyum dan berempati.

Tidak ada komentar: