Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 01 Oktober 2013

Cerita atau Kisah, Curhat apa Fiksi, ini Bukan Cerita?


By: @wahyusays
Untuk diperhatikan sebelum membaca:
·         sebelum membaca hendaknya baca bismillah dulu
·         siapkan minyak kayu putih
·         siapkan kantong kresek (pasti muntah)
·         Oskadon (pasti pusing)
·         Kalau gak kuat shutdown saja

Silahkan di baca!!
Bagaimana ya mau ngawali sebuah cerita yang mungkin terkesan bodoh dan murahan, begini saja di awali dengan pengalaman yang sungguh biasa namun mempunyai makna yang tersirat. Di cerita ini ada 2 tokoh tapi lebih mengambil dari sisi pertama, ya sebut saja dia Mad, terkesan aneh dan kebaratan sih tapi keren hahahahahaha.
 
Berawal dari summer yang sangat menawan dari sebuah kota di jauh sana sebut saja Surabaya, perasaan summer di Surabaya tidak ada menawanya hahahha tiap hari saja panas seperti miniature neraka, tetapi sekarang lumayan sejuk banyak tamannya wah jempol buat bu Risma deh hehehhehe. Kembali ke topik ya maklum sedang mengalami kontroversi hati atau semacam kudeta batin di saat mata tak mau memejam kejam sekali “ergghhhhh”. Pagi itu sedang berlangsung penerimaan siswa baru atau istilah umumnya masa orientasi siswa, oh iya kali ini aku bertugas sebagai petugas jaga pintu gerbang atau istilah gaulnya satpam “beh dalah hati ngerundel, tampan begini masak jadi begituan” mana harus berangkat pagi, itu bukan gaya gue broh. Jujur gue gak bisa bangun pagi maklum banyak kerjaan ya harus banting tulang kerja keras buat beli character game baru ”nah loh budu busyeeeet” lupakan lupakan itu mah bukan kerja tapi ngegame hahahhaahha. Sebelumnya kenalkan nama gue Mad yeah!!!! Nama panjang gue Madhun bin Ibrahim asli betawi hahahaha, Mad Cuma nama gaul sih masak gue kalah sama si Vicky atau penyanyi dangdut yang namanya kebulean hahahahahah, lupakan gue emang gini orangnya suka bercanda yeah kembali ke fokus sobbbbbbb. Sek tah aku tadi bilang kata “gue” dan “Betawi” tapi di prologue ada kata “Surabaya” tidak serasi mengalami disorientasi kayaknya penulis. Jujur penulis mengantuk habis kopi 3 gelas dan hasilnya insomnia parahhhhhhhh???????, ini nulis saja iseng hahahahaha.
Kita awali curcolan hari ini dengan apa yang telah gue rasakan beberapa hari ini. Gue orangnya memang plin- plan gampang tertarik dengan lawan jenis mantan gue ada 99 salah satu si goyang twerk Milley Cyrus sampai si Nabilla JKT48 hihihihiihi, tapi gue end semua pengen rehat sejenak dari dunia asmara. Seminggu ini gue sering insomnia terutama sabtu, minggu kemarin harus menahan kantuk karena memang banyak tugas sih, dari acara sekolah sampai acara yang diluar sekolah. Kerjaan gue tiap hari galau emang sih setiap saat update twitter isinya galauuuuu “akuh agy cedihhh neh” “pengen matihhh” alay parah gue, ya maklum usia gue sekarang baru 18 tahun sob ya kembali ke topic awal ya. Ada seorang gadis yang benar- benar membuat gue lupa pada inceran awal sebuat saja dia Valerie, hem dia punya wajah bersinar, cantik, kalem, ceria tentram kalau lihat dia heheheh. Jujur ini yang kesekian kali gue suka sama cewek tapi yang ini beda sob!!!!, kalau gak beda gak mungkin gue tulis di MSword 2010 ngabisin kertas ajeeeee (persaan cuma mengurangi konsumsi listrik dan paperless). Sebelumnya pernah suka sama cewek juga hehehe, satu semester malahan usahanya, entah kenapa si doi lebih memilih yang lain apa karena faktor X atau memang apes tapi yang gue tahu si doi milih dia mungkin gegara gue terlalu perhatian dan gak focus atau bisa jadi si doi punya criteria yang sama suka hangout, gaul kayak si doi hahahaha. Forget it! That is my past experience, don’t look back!!!. Kembali ke si Valerie yah yang mau gue curhatin sih sebenarnya mau nanya ke kalian??????? (sengaja ? banyak) bagaimana sih cara mendekati si doi?, sumpah gue udah kehabisan akal bagaimana step- step mendekati seorang cewek bukan cowok karena gue jomblo bukan homo. Gue pernah nyoba ke beberapa wanita mulai dari cara yang extreme konvensional (cara frontal, gaspol remdol) hingga cara modern seperti gombal gambil di twitter hasilnya lumayan, tapi itu gak mungkin gue terapkan ke dia sobbb, she is the most beautiful girl and special. Nah usaha gue sampai hari ini cuma sebatas curi- curi pandang dan nunggu disapa hahahah (disapa saja sudah seneng hahaha) bay the weh gue ini cowok apaaaan ya “lunglay” banget disapa saja udah heboh kayak lihat The conjuring *hening. Tetong “anggap saja next day” ada peningkatan kali ini gue nyoba chating brong “yoi anak gaul harus chating” dan loe tahu broh gue garing ternyata puncaknya hanya di “read doang” gue nanyanya gak jelas hahhahaa, contoh: “bingung chating apa ke kamu nih?”.  Gue harap sih doi peka, tapi faktanya dan lagi- lagi kayaknya bakal susah sobbb. Sempat ada dibenak gue ada semacam insight “bisikan gaib”, kayaknya gue harus ke TONG FANG ATAU ON CLINIC (salah gaul). Sebelumnya gue jelasin modal apa yang gue punya yaitu TEKAD, CINTA, dan DOA (mbok piker iki ngayal cok blok). Nah sahabat yang super tolong gue apa yang musti gue lakukan sama si Valerie?? Bagaimana gue ngedeketinya?. Gue mah orangnya cupu tapi sudahlah, sudahi tulisan yang gak bermutu ini, gue cabs dulu ya writerrr thanks udah dengerin curcol gue hhihihihihihi.
Pertanyaanya siapakah sebenarnya yang nulis????? Mad atau writer?, pertanyaan kedua : penulisnya orang Surabaya atau Jakarta? Hadeeeehh!!!!!!!!!!!!!. Ketiga : Lalu apa solusi untuk Mad? BAGAIMANA CARA MENDEKATI SI VALERIE????? APAKAH ada harapan untuk modal pas- pasan macam Mad???????????. Nah pada dasarnya cerita ini sepenuhnya kacau, karena memakai sudut pandang orang ketiga berasa orang pertama, antara penulis dan penulis tidak jelas ide siap ini, ada complicated antara MAD dan WRITER intinya yang benar apa?. Penuh misteri dibuat bersambung aja deh ya byeeeeee.

Kamis, 13 Juni 2013

PELITA HIDUPKU



Pelita Hidupku
By: Wahyu eka. s

Setiap saat aku termenung, memikirkannya
Memikirkan setiap beban dunia yang ditanggungnya
Bagaimana bisa 9 bulan dia mengandungku
Mempertahankan demi kelangsungan hidupku

Tak peduli aku ini sempurna atau tidak
Tak peduli aku ini normal atau abnormal
Tetapi dia selalu mencoba mengasihiku
Mencoba mempertahankan hidupku

Banting tulang hanya untuk sesuap nasiku
Kucuran keringatnya menjadi susuku
Tetes air matanya menjadi kebahagiaanku
Kesedihanya menjadi kebahagiaanku

Ketika beranjak dewasa seakan lupa
Pulang malam dan kenakalan menjadi biasa
Dengan tetap tegar dia tetap setia menunggu
Dengan sabar dia melihat proses pendewasaanku

Aku sering terlena oleh gelapnya dunia
Tetapi dia selalu menjadi cahaya terang bagiku
Aku terjerumus oleh paradigma kotor dunia
tetapi logikanya tetap sama mencoba meluruskaku

Dia adalah malaikat bagiku
Munafik jika tidak ada yang mengakuinya
Bodoh jika tidak sadar keberadaanya
Sosok yang mampu menenangkan jiwa

Ibu maafkan atas setiap goresan luka
Maafkan atas keegoisanku yang melukaimu
Ibu engkau selalu ada disaat aku membutuhkanmu
Ibu engkaulah pelita hidupku.

Selasa, 05 Maret 2013

Kehilangan


Kehilangan
Wahyu eka.s

Ketika memandang langit yang terus bersedih
Hatiku terasa sangat teriris melihatnya
Hitam pekat petir saling bahu membahu menyuarakan isi hati
Merupakan kepedihan yang tidak bisa dilukiskan oleh pujangga

Menyembunyikan rasa sakit namun pedih
Memendam sebuah perasaan yang teramat
Membutakan mata hati dan realita
Gelap mataku, gelap hatiku apa memang hatiku yang gelap

Mengerti apa yang sedang terjadi pada diriku sekarang ini
Tertahan oleh desiran ombak pedih
Tergerus  oleh rasa keterpurukan
Lalu lenyap oleh rasa ketidakberdayaan

Terpuruk oleh rasa tidak dapat menerima kenyataan
Mengapa harus selalu terus bersedih oleh keadaan
Mungkinkah ini kodrat manusia yang tak berdaya oleh keadaan
Tuhan kemanakah engkau sekarang ini
 
Apakah aku hanya bersembunyi oleh rasa takutku
Yang menghilangkan setiap makna yang terukir di relung hati yang paling dalam
Ataukah ini hanya alasan untuk mengingkari keadaan
Tuhanku engkau seolah- olah tertawa melihat semua ini

Ketika manusia yang tegar berubah seperti asap beracun
Membunuh setiap nurani dan akal sehat
Tergerus erupsi batin yang teramat memilukan
Jika ada sebuah alasan aku akan memakimu

Menagapa engkau ciptakan semuai ini
Mengapa aku harus terpuruk oleh rasa tidak percaya
Membuatku semakin hina tanpa arti
Terpuruk oleh rasa ketidaksetujuan akan takdir

apakah kau ini binatang jalang
Tanpa sebab engkau muncul disaat hegemoni kesenangan
Ataukah aku yang tidak bisa menerimamu seperti aku menyetubuhi hidupku
Hidupku yang teramat rumit serumit ketika tuhan menyiptakan semesta

Aku manusia yang hina
Aku manusia yang hanya bisa memaki
Aku manusia yang tidak bisa menerima
Aku manusia yang hanya bisa mengeluh

Mengapa harus terus merasa kehilangan
Bukankah kita sendiri akan hilang ditelan mulut bumi
Dicabik- cabik oleh tanah
Lalu mati mengenaskan bagai bangkai tak bertuan

Apa salahnya kita hanya berpikir kalau kita ini manusia
Bukankah kita punya akal dan pengetahuan
Bukankah kita mempunyai rasa percaya kalau tuhan itu ada
Mengapa disetiap kehilangan kita harus memakinya dan memohonya


Kehilangan sangat menyedihkan
Kehilangan memang sungguh membuat membuat lupa
Lupa akan siapa sebenarnya kita
Lupa akan kodrati dan nurani

Mengapa harus terus menagisi kehilangan
Mengartikan kehilangan sebagai akhir dunia
Bukankah kita nanti juga akan hilang
Hilang tersayat, tertanam, tenggelam oleh panorama langit dan bumi

Kehilangan memang akan hilang namun akan tetap hidup
Raga memang lenyap, musnah tapi jiwanya akan selalu terkenang
Kenanglah dan tersenyumlah karena kehilangan itu konsep ilahi
Tuhanpun akan tersenyum dan berempati.

Jumat, 13 Juli 2012

Fenomena gila


Ngeklaim adalah yang paling substansial yang pernah ada mungkin merupakan kepuasaan tersendiri, entah apa maksud hal tersebut, akhir- akhir ini banyak sekali contah klaim entah klaim anak, pacar atau apapun, mungkin lagi trendnya yang namanya klaim- mengklaim.
Bicara soal klaim akhir- akhir ini banyak sekali soal itu yang namanya klaim, yang masih hangat seprti kopi yang baru dibuat ialah KLAIM tari tor- tor oleh komunitas batak Malaysia yang ingin tari tersebut diangkat sebagai warisan budaya Malaysia, banyak sekali respond entah yang hanya ikut- ikutan, pemerhati ataupun masyrakat yang terlanjur terprovokasi.
Ada poin menarik ketika ada isu terebut yaitu maraknya yang bikin status di socmed akan hal tersebut temasuk ane sebagai yang nulis tulisan ini, menurutku sih boleh saja reaktif tapi jangan terlalu reaktif, bijaknya kalian memuat akan isu tersebut harus disertai dengan wawasan akan hal tersebut jangan ikut- ikutan karena itu memalukan percaya deh. Banyak yang saya lihat di socmed yang ada malah bukan membikin suatu penjelasan malahan mereka membuat suatu provokasi implicit ataupun eksplisit yang akan berujung kepada yang namanya “konfrontasi” dan itu sangat merugikan sekali.
Boleh- boleh saja membuat suatu tulisan di socmed tetapi harus didampingi dengan wawasan yang cukup biar enggak malu- maluian. Ngomong- ngomong soal reaktif masyarakat kita sangat mudah terprovokasi hal yang tidak jelas dan terkadang cuma ikut- ikutan “eksistensialis” yang terkadang bikin tertawa seluruh dunia, mereka reaktif tetapi kalau membuat penjiplakan atau mengakui karya orang lain sangat hobi sekali, bisa dilihat mulai dari pajak, “palak” ataupun pemalsuan merek, bukti silahkan dicari di pasar- pasar.
Ada sebuah kejadian lucu ketika ada seseorang yang membuat sebuah status tentang kalim negari tetangga tersebut, dia nulis berapi- api sekali tapi pas ditanya asal- usul hal yang ditulis dia tidak tahu dan beberapa saat browsing dan baru tahu (hahahahahahaha), bukan niat untuk menyingung atau apa bijaknya kita jangan terlalu reaktif kalau belum tahu sumber yang pasti, kebenaran media itu Cuma 50:50 dan terkadang memuat sebuah kepalsuan dengan agenda tertentu, media dewasa ini hanya sebagai alat politis untuk menggapai yang namanya popularitas atau hanya rating semata, contoh kasus sukhoi banyak media yang meliput tenatang kejadian naas tersebut tapi disisi lain mereka tidak memiklirkan kondisi psikis dari korban malahan ketika wawancara mereka cenderung memancing “tangis” keluarga korban.
Sebenarnya susah- susah gampang untuk melindungi apa yang menjadi milik kita yaitu caranya ialah mengenali, belajar dengan begitu secara tidak langsung kita akan ikut berpartisipasi melestarikan apa yang namanya “budaya”, mungkin dari sekarang mulai digalakan cinta budaya negeri dengan memasukan pelajaran tentang kebudayaan di sekolah- sekolah dan memperbanyak event yang secara tidak langsung akan mengenali budaya tersebut tapi semua itu tergantung pemerintah dan individu yang menjalaninya, “the little error can make great error” hal kecil kalau dibiarkan berlarut- larut akan menjadi sebuah momok agung yang menakutkan, apa susahnya mengenal dan belajar karena itu akan menambah wawasan daripada “sok tahu” tapi tidak tahu dan mulai sekarang harus lebih menghormati karya seni apapun semisal seupama anak zaman sekarang yang rata- rata cenderung menganggap kampungan budaya semisal bahasa jawa, lalu music campursari ketika diklaim mereka koar- koar gak jelasa tapi sehari- harinya mengolok- ngolok dan tidak mengerti apa itu yang namanya nasionalisme malahan kita kan ditertawakan oleh orang luar sana dan menganggap kita “bodoh”.
Intinya ayo kawan- kawan kita mulai mengenal, mencoba belajar, memahami dan mengenalkan yang secara tidak langsung akan melindungi apa yang semestinya menjadi milik kita karena dunia akan melihat hal tersebut.


Kisah Galau


Sebuah kisah yang mencoba aku tuliskan di layar yang hina ini, mungkin ini hanyalah sebuah unek- unek yang terus menggelayut dipemikiran saya, entah apa yang saya pikirkan dan sampai sekarang masih terbayang, apa yang membuatku harus putus asa ketika setelah sekian lama jatuh cinta sama seorang wanita, disebuah perilaku pasti ada yang melatarbelakangi seperti apa yang dijelaskan oleh freud, memang tidak mudah untuk lepas dari bayangan masa lalu dan ketika anda di dalam masa transisi menuju dewasa, berawal dari januari tahun kemarin awalnya Cuma iseng dan  ternyata berbuah yang namanya cinta begini kronologisnya (sms fact):


Sebut dia Bayu dan si cewek Nami


4 juni 2011
Bayu: hay Nami
Nami: haha iya Bayu
Bayu: kamu lagi apa?
Nami: not reply

Hari- hari berlanjut seperti biasa, kami sekelas di dua mata kuliah dan itu membuatku semangat untuk menjalani hari- hari indah itu (subjektif).


7 juni 2011
Bayu: eh kamu tahu gak, kalau kamu itu kok?
Nami: Kok apa?
Bayu: ehm apa ya?
Nami: ayu apa jelek?
Bayu: Jelek hahahha, lagi dimana kamu?
Nami: kok mayak kamu, lagi di gramex foto- foto.

Singkat cerita namun cukup bagiku


8 juni 2011
Bayu: eh aku mau gombalin kamu boleh
Nami: Boleh
Bayu: tapi entar ya
Nami: lebih baik di ekspose kali
Bayu: aduh jangan
Nami: ho ya ih malu- malu kucing deh hahahah
Bayu: siapa yang malu, tunggu ya
Nami: tulis di twitter tapi
Bayu: oke

Iam forget about the text


10 juni 2011
Bayu: apa kabar?
Nami: baik

Masih belum curiga, dan terbutakan oleh cinta


11 juni 2011
Bayu: Lagi apa?
Nami: ke sofa nonton tv, no where to go, it just so good laying down on a coach while watched those great movie.
Bayu: Maksudnya laying down? Kamu nonton itu ya?
Nami: Laying itu bohong, down itu bawah,heem itu salah satu yang aku lihat tadi lihat banyak aku.
Bayu: eh yang di foto fb itu siapa ya, kembaranmu ya?
Nami: lihat juga, ha emang siapa kembaranku?
Bayu: mpok atik
Nami: kok mayak
Bayu: tapi tetep cantik kok
Nami: oh gitu ya
Bayu: iya hehehe

Masih belum merasakan kejanggalan


12 juni 2011
Bayu: halo apa kabar?
Nami: not reply
Bayu: ekspresimu lo
Nami: ekspresi apa?
Bayu: ekspresi wajahmu
Nami: not reply

Masih berpikir postif waktu itu bertepatan dengan liburan semester, tapi dari awal aku mulai curiga kalau ini gak akan mulus apalagi aku ini hanyalah sampah, berhari- hari berlalu aku mencoba sms tapi tak kunjung dibalas, aku psotif saja mungkin belum waktunya, dan saat itupun tiba.


17 juni 2011
Bayu: hay
Nami: ini siapa ya
Bayu: aku bayu
Nami: bayu siapa?

Yah mulai kelihatan kalau ini memang suatu pertanda apa lagi atitudenya mulai berubah dari yang dulu lumayan ramah ke jutek dan coba silent setiap dan akupun terus bertanya- kenapa dan kenapa, sampai akhirnya ini klimaksnya.


10 juli 2011
Bayu: eh boleh nanya gak
Temen Nami: iya tanya apa
Bayu: Kenapa kok name ngehindarin aku?
Temen  Nami: Sebelum aku jawab, kamu suka sama name?
Bayu: Iya
T emen nami: Maaf sebelumnya kalau ini menyakiti kamu, tetapi dia udah tahu kalau kamu suka makanya dia ngehindar
Bayu: oh ya sudah makasih ya.

Dan seketika hati ini remuk, kabut menyelimuti otak dan badaipun menghembus kencang, entah kenapa kok berakhir begini, kenapa tidak sama dengan mimpi, kenapa ya? Aku sempat bepikir apa aku kurang tampan (memang) apa karena lainya, kok gak ada alas an pastinya, dan pada saat itu pula aku malas bertemu denganya sepatah katapun tidak keluar entah aku salah atau apa tapi ini memang seperti yang dia inginkan, aku tahu maksudnya baik tetapi alangkah baiknya terus terang toh gak akan sesakit ini, dan pada waktu itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menghindarinya, entah ini baik atau tidak tapi aku terlanjur sakit hati sampai sekarang, galau dan aku akan galau selamanya entah kapan dan sampai kapan, biarkanlah waktu bejalan dan menjawab sebuah kegelisahan jiwa dan batin.

 

Nb: aku memang salah karena jatuh cinta dengan orang yang keliru, baik bukan berarti dia suka sama kamu lihatlah dulu apa maunya dan kenapa dia begitu dan jangan pernah terlalu percaya diri, pada intinya kenalilah sebelum tertarik, dan jangan pernah sakit hati hanya karena hal yang beginian.

Nb: aku masih berharap mimpi itu nyata, tapi itu bullshit, kepikiran bukan berarti mau berteman lagi.